Agen Terpercaya
 
 
 
 
 
 
 
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG - TAMAT ACKD - Aku Cinta Kau & Dia (By : FigurX )

Andai kamu TS, ingin Yosa berpasangan dengan siapa di akhir cerita? #vote tdk mewakili kisah akhir

  • Menjadi pasangan Tyas

    Votes: 5 6,3%
  • Menjadi pasangan Nesa

    Votes: 11 13,8%
  • Menjadi pasangan Dua2nya

    Votes: 49 61,3%
  • Tidak semuanya

    Votes: 3 3,8%
  • Menjadi pasangan Cewek lain

    Votes: 12 15,0%

  • Total voters
    80
  • Poll closed .

FigurX

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Feb 2012
Post
1.590
Like diterima
6.594
Lokasi
Sawah
endingnya antara bahagia dan misteri
terima kasih suhu sudah memberikan karya terbaik buat kami
kami nantikan sekuelnya

Makasih apresiasi nya :ampun: ditungguya ACKD 2 nya. Oya ijin kutipkomennya utk Penutup ya
 

raja gopal

Semprot Holic
Daftar
30 Jul 2012
Post
337
Like diterima
184
Wuih, bikin PR di pikiran saya nih, masih terus bertanya dan berkhayal,kira-kira bagaimana kisah lanjutan nya. Meski masih harus bersabar menunggu...
 

Momo696

Tukang Semprot
Daftar
14 Jul 2017
Post
1.134
Like diterima
5.049
Terimakasih atas update ceritanya suhu @FigurX ..
Dan selamat atas TAMATNYA cerita ini..
Ditunggu cerita sequel berikutnya atau cerita baru berikutnya..
 

FigurX

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Feb 2012
Post
1.590
Like diterima
6.594
Lokasi
Sawah
Terimakasih atas update ceritanya suhu @FigurX ..
Dan selamat atas TAMATNYA cerita ini..
Ditunggu cerita sequel berikutnya atau cerita baru berikutnya..

Terimakasih sdh rajin hadir dan menemani hingga tamat om :ampun:
 

FigurX

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Feb 2012
Post
1.590
Like diterima
6.594
Lokasi
Sawah
Wah si om TS nggk rela ya cerita nesa si bagi bagi :tkp::tkp:
Ya gpp si dibagi di mari, tapi tanpa sequel.. kan udh diwakilin di komen

gmn om?

;):dance:
 

gumbreg78

Calon Suhu Semprot
Daftar
12 Feb 2016
Post
2.653
Like diterima
20.902
Lokasi
JAWA BARAT
:mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :baris: :baris: :baris: Alhamdulillah akhirnya end semoga selalu sehat dan succes di dumay ataupun di dunia nnyata pokoe selalu jaga kesehatan juga ya
 

FigurX

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Feb 2012
Post
1.590
Like diterima
6.594
Lokasi
Sawah
:mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :mantap: :baris: :baris: :baris: Alhamdulillah akhirnya end semoga selalu sehat dan succes di dumay ataupun di dunia nnyata pokoe selalu jaga kesehatan juga ya
makasih om :ampun:
Intip tipis2 om threadku yang lama 'gengsi dong' ,, ni lg kelarin ceritanya yang sempat terhenti 4th lalu. Sequel Yosa, rehat dlu
 

FigurX

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Feb 2012
Post
1.590
Like diterima
6.594
Lokasi
Sawah

ULUK_ULUK

Guru Semprot
Daftar
13 Nov 2017
Post
635
Like diterima
1.572
Welcome to ⤵





●•●•●•●


Part 19 (Final Round)


Akhiri dengan Indah



●•●•●•●




_scene 1, Ayah.. Aku pulang




[POV Yosa]





Memang perjalanan hidup manusia penuh dinamika. Ragam kerumitan adalah nikmat yang harus terus dijalani. Mengeluh itu lumrah, karena manusia dilahirkan dengan kondisi tak luput dari sifat lupa dan suka mengeluh. Namun, akan tetati.. yang terbaik dari semua itu adalah jiwa-jiwa yang mampu berubah lebih baik di hari esok. Se ide dengan sebuah judul buku yang pernah dibaca TS dimasa lampau, "Merubah Skakmat menjadi Remis". Kita hidup dari masa lalu, dengan hari ini, dan untuk masa depan. Tak ada tuntutan menjadi juara, minimal stabil daripada kalah sama sekali.

Langkah kakiku menyusuri pekarangan yang saat kecil dulu aku berlarian disana, bermain petak umpet, patilele, kelereng, dan beragam permainan klasik lainnya yang hari ini jarang ditemui pada anak-anak jaman now karena tergerus oleh daya tarik indah pendar cahaya layar handphone.

Entah sudah berapa bulan aku tak pulang kerumah ini. Terakhir kuingat saat beberapa bulan yang lalu aku bertengkar hebat dengan Ayahku, "Raden Hadi Wijoyo" karena masalah sepele, yahh sangat sepele. Ayah marah saat aku masuk ke pekarangan rumah dengan mem-bleyer (memutar tuas gas motor beberapa kali dengan keras). Saat itu masih kuingat, aku sedang dalam kondisi emosi karena tak tahan dengan ulah kemarahan Mita yang tak masuk akal. Ayah hanya ingin aku menjadi pribadi yang tenang, sabar, teratur. Orang yang sedikit-sedikit mudah naik darah dan kasar mencerminkan hidupnya akan terbiasa berlaku arogan dan amburadul. Jangankan teratur hidupnya, ketelitian pun tak bisa dilakukan. Tingkat konsentrasi lambat laun akan menurun.

"Seng tenang dadi uwong. Biar mudah untuk fokus. Konsentrasi jadi tertata", demikian yang kuingat dari nasehat ayah waktu itu. Namun jiwa mudaku yang belum mencapai usia 30 tahun seperti merasa jengah 'diatur' sedemikian rupa. Aku berontak, berimbas adu mulut dengan ayah yang sebenarnya ingin mengarahku menjadi lebih baik. Aku menjadi malas pulang ke rumahku sendiri. Dan aku kini menyesal.


"Lho Anda, kowe mulih (kamu pulang) le", ibuku tercinta muncul di ambang pintu rumah dengan penuh suka cita.

"Injih buk, pangapunten (mooh maaf) Anda kathah kalepatan (banyak kesalahan)", Aku yang dirumah dipanggil dengan sebutan Anda menunduk takzim mencium tangan ibu. Airmataku meleleh di pipi. Aku rindu kasih sayang ibu.

"Iyo iyo uwes to. Wes saiki ndang cuci tangan terus maem (makan). Ibu kebetulan masak makanan kesukaanmu, kare kepiting", sambut ibuku. Selera makanku seketika terbit mendengar menu favoritku ada di meja makan.

Sampai di dalam rumah kutemukan Ayah sedang membaca di ruang tengah. Aku segera berlutut mencium tangan beliau. Tangan kekar yang kini mulai dirambah keriput. Tangan mulia yang tanpa lelah mengais rizki serta berjuang untuk aku dan ibu. Bukan sekedar airmata, aku sesenggukan. Ayah memelukku erat. Aku terhanyut dalam dekapan penuh keteduhan.

"Pangapunten ayah.. Pangapunten ingkang kathah (mohon beribu maaf)", ucapku dalam sesenggukan. Kulihat disudut mata ayah menggenang airmata. Airmata kasih sayang.


-----


Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik

Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah

Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku t'lah jauh darimu

Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah

Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku t'lah jauh darimu

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah

Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku t'lah jauh darimu

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah

Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku t'lah jauh darimu


(Diskografi FigurX : Ayah - Seventeen)



-----



Aku duduk santai di teras rumah menikmati kepulan asap tembakau sebagai menu pencuci mulut setelah 'rakus' menghajar kepiting-kepiting dalam mangkok tanpa ampun. Masih tersisa aroma pedas kare yang lekat di bibir.

"Piye kabarmu le.. lama ga cerita-cerita bareng", Ayah muncul bersama ibu dan ikut nimbrung bersantai di teras.

"Berbagai cerita, berbagai permasalahan silih berganti timbul Yah", ucapku lirih.

"Cah lanang (cowok) kudu kuat, ojo aleman (jangan manja). Hadapi buasnya dunia. Berbagai permasalahan akan menempamu menjadi pria yang berpengalaman", support terbaik dari Ayah. Aku anak tunggal yang biasanya tergolong 'anak mama'. Tapi didikan Ayah yang sangat hebat membuatku mampu mandiri dan menjadi seperti sekarang ini.

"Yah.. aku arep cerito perihal cinta", Lanjutku membuka pembahasan lebih dalam.

"Wahh iki, menarik iki.. ibu paling semangat kalau ngomongke calon mantu. Hahaha", sambut ibu dengan mata bersinar.

Akhirnya kuceritakan perihal Nesa hingga pada titik dimana aku memerlukan peluk orangtua untuk menguatkanku, mendukungku, mendampingiku memilih calon istri yang terbaik.

"Weeh.. rumit juga kisah asmaramu le.. hahaha wes koyok sinetron aja", Ayah menggodaku. Aku tersenyum malu.

"Ngene yo le (begini nak).. kowe iki cah lanang. Berlakulah sebagaimana pria seharusnya. Kokoh tak tertandingi.. koyo slogan e semen kuwi lho hahaha", Ayah mulai memberikan nasehat. Tapi aku bingung. Belum bisa mencernanya.

"Pripun Yah.. Anda dereng mudeng (bagaimana Yah.. Anda belum paham), aku bertanya kembali.

"Hmmm kowe iki koyo ibumu.. kudu di jlentrehne disik lagi mudeng (harus dijabarkan dulu baru paham). Le.. jangan gentar. Berangkatlah ke Makasar. Ga usah khawatir kehilangan Nesa. Cah lanang ojo mlempem. Hilang satu Nesa, masih banyak Nesa-Nesa yang lain. Terlanjur cinta?.. mbelgedes. Lha iki ibumu.. dulu awal sebelum nikah aku ga cinta, tapi akhire yo sak iki Ayah cuinta setengah modyar hahahaha", momen yang membuatku senang. Saat ibu mencubit Ayah karena gemas. Sungguh terlihat rukun dan harmonis.

"Berangkatlah ke Makasar. Kita gunakan pola pikir positif.. setahun disana tidak mungkin kamu ga dapat libur, ga dapat cuti.. opo kerjomu iku jadi romusha?. Seandainya pun libur terbatas, bisa kamu gunakan jurus terakhir.. ijin mau menikah. Pasti dapat dispensasi yen ga gelem keno kasus melawan disnaker. Iyo to?. Nah setelah dapat kejelasan libur, segera kabari Ayah.. kamu segera pulanglah, urusan surat-surat dan langsung kita terbang ke Lampung. Ora usah mumet le. Konsekuensi terburuk, Nesa ucul (lepas) yo wes to, dunia tak selebar daun kelor. Berjiwa besarlah.. misal ora entuk (ga dapat) Nesa pun ora pateken (tidak masalah). Kamu itu ganteng, gagah, pekerjaan mapan.. ora usah gigrik (ragu) karena perkara wedokan (cewek). Tatap masa depanmu dengan senyum. Ngono lho lee jadi bocah lanang iku !!", mata hatiku terbuka. Nasehat Ayah seperti air bah yang mengguyur deras keringnya hati. Segar dan sejuk bahagiakan jiwa ini.


-----




Suram adalah duri yang menusuk tirai,
Tak akan rela sinaran mencumbui,
Baginya penat adalah realiti,
Bungkam cercah membunuh imaji.

Bangunkan hati dari tidur panjangnya,
Papah ia menyongsong pendar cahaya,
Bunuh kelam,
rengkuh pelita,

Dunia tercipta untuk kita,
Kamu dan aku bebas menjadi apa saja,
Menjadi pelukis alam,
Warnai hidup penuh makna.

Lelah adalah jalan menuju cerah,
Perih adalah bahan bakar mimpi,
Tancapkan bendera di puncak tertinggi,
Kobarkan semangat jiwa memilih Takdir-Nya.

(Goresan pena : Pelukis Mimpi - FigurX 2020)




●•●•●•●





_scene 2, Saudaraku




Hari itu Yosa dan Dodo sudah membuat janji dengan Bu Fatim. Masih ingat Bu Fatim?. Yosa dan Dodo akan berangkat kesana siang.

"Lapo seh (ngapain sih) Yos kita besuk Mita segala?. Aku sudah ada Amanda. Apalagi kamu, cuma mantan pacar saja. Buang waktu saja kita kesana', Dodo sedikit malas menuruti ajakan Yosa untuk membesuk Mita.

"Bro.. boleh dia mantanku, boleh juga dia melupakanmu.. tapi namanya teman tidak akan bisa dihapuskan. Sampai kapanpun dia adalah teman kita. Terlebih melihat kondisinya, dia perlu bantuan kita untuk segala sesuatunya agar menjadi lebih baik. Begitu juga seperti Yanto dan Doni atau bahkan Tyas.. sampai kapanpun tetap aku anggap teman meski mereka tak mengakui sekalipun. Beda urusan lagi kalau nanti nya menjadi musuh.. iku jenenge transformasi wkwkwk.. teman berubah jadi musuh hehe", Dodo manggut-manggut menerima penjelasan dari Yosa.

Baru saja mereka hendak berdiri untuk berangkat, muncul Yanto dan Doni dengan wajah canggung.

"Yos.. Do.. kami minta maaf. Kami sudah menjadi sahabat yang menjengkelkan", ucap Yanto mewakili Doni.

"Aku yang salah bro.. mudah tersinggung", jawab Yosa merendah.

"Engga Yos.. kami saja yang kelewatan banget !!", imbuh Doni.

Segala permasalahan jika dihadapi dengan kepala dingin dan tenang akan melahirkan kenikmatan dan jalan keluar. Begitu juga yang terjadi pada hubungan pertemanan mereka. Tak ada gading yang tak retak.

"Yaudah sih kalau ga ada lagi yang dibicarakan, kami mo jalan dulu. Ada janji", ucap Dodo. Meski Yosa sudah memaafkan Yanto dan doni tapi entah mengapa Dodo masih sedikit gusar. Ya memang sih Dodo korbannya, dia yang merasa paling teraniaya.


----




Motor Yosa berjalan konstan 70km/jam mengikuti sebuah mobil roti tawar berlogo segitiga. Adzan dzuhur belum berkumandang saat dua sahabat tersebut melintasi jalanan Trosobo menuju ke arah Krian yang nantinya akan berbelok mengikuti jalur menuju Jombang. Yosa bisa saja mendahului mobil Bu Fatim dengan kecepatan lebih tinggi. Toh Yosa sudah mengetahui arah tujuan Jalan R.A. Basuni Mojokerto itu lewat mana. Tapi sebagai rasa hormat kepada Bu Fatim dan suaminya, ikut beriring di belakang mobil adalah pilihan lebih santun.

Jalanan cukup lancar. Hanya saja ada sedikit kemacetan saat melewati pertigaan Kletek. Kemacetan berikutnya mereka temui tepat di seberang gerbang masuk pabrik kopi berlogo kapal. Ada kecelakaan disana antara Bus Sumber Kencono dan Bus Mira yang beradu laju kendaraan karena berebut penumpang.

"Tak genteni njoki (aku gantiin nyetir) ta bro?", teriak Dodo dari belakang.

"Ga wes.. santai", wkwkwk Yosa mana berani dibonceng Dodo dalam kondisi perjalanan jauh begitu. Kapan hari dibonceng ke tambaksari aja sudah pucat wajahnya. 😂


Satu jam lewat lima belas menit berselang..


Yosa dan Dodo duduk disebuah teras ber kanopi luas. Sepertinya areal itu memang diperuntukkan bagi kerabat atau keluarga yang singgah untuk besuk. Sebuah bangunan besar dan kokoh melatar belakangi teras tersebut. Dari ruang bagian dalam muncul Bu Fatim bersama seorang wanita berhijab dengan membawa sebuah nampak berisi air mineral dan satu toples besar rengginang.


"Maaf mas sudah nunggu lama", ucap Bu Fatim duduk di sisi samping dari kursi Yosa dan Dodo yang membelakangi ruang tamu.

"Mboten nopo-nopo Bu, sekalian ngisis (cari angin dulu). Dijalan tadi gerah banget", jawab Yosa sopan. Sudut matanya melirik mbak berhijab yang duduk di samping Bu Fatim.

"Lhooo.. Mita..", Yosa sedikit terperanjat. Pun begitu juga dengan Dodo. Wanita berhijab disamping Bu Fatim ternyata adalah Mita. Sebuah penampilan yang sungguh kontras dibanding Mita versi lama yang cenderung berdandan seksi dan wow. Mita yang sekarang tetap cantik, bahkan lebih cantik dan anggun.

"Iya mas Yos... mas Do.. apa kabar", sapa Mita kepada mereka. Nampaknya kondisi kejiwaan Mita sudah jauh lebih baik sekarang.

"Yowes monggo dilanjut ngobrolnya, Ibu tinggal ke dalam dulu ya", potong Bu Fatim kemudian berlalu.










"Syukurlah dek kalau kamu sudah membaik.. kami kabarnya juga baik", jawab Yosa tenang. Tak dapat dipungkiri, Yosa seperti terlempar ke masa lampau dengan memori bersama Mita. Namun kali ini sedikit berbeda karena melihat Mita yang santun dan sopan. Sedikit mengingatkan Yosa pada sosok Nesa saat menggunakan hijab.

"Ibuk (sapaan akrab untuk Bu Fatim) merawat aku dengan baik mas. Aku bersyukur sekali. Tapi aku belum boleh pulang. Tunggu beberapa maksimal setahun lagi biar aku benar-benar pulih. Pulih apanya juga aku kurang paham", ungkap Mita.

"Kamu masih ingat aku kan Mit?'", Dodo angkat bicara.

"Masihlah mas, mumpung kamu kesini mas Do.. aku mau minta maaf..", jawaban Mita membuat timbul tanda tanya dalam benak Dodo.

"Minta maaf? Kenek opo (kenapa)?, tidak ada yang salah koyoke (sepertinya)", Dodo merasa tidak ada yang perlu dimaafkan.

"Sekali lagi minta maaf mas Do.. aku sudah memperalatmu menjadi budak seks ku. Cinta apa yang kita bangun? Sepertinya tidak ada. Hanya rasa ingin yang besar. Dan itu salah. Kita tidak sedang berpacaran mas, kita sebelumnya hanya partner seks, kenyataannya seperti itu", terang Mita. Dan Dodo pun sependapat dengan apa yang disampaikan Mita.

"Maka dari itu.. baiknya hubungan aneh itu tak perlu dilanjutkan mas. Kita berteman saja yah. Maafkan aku. Kamu jadi tak bebas gara-gara aku. Kamu berhak mencari cinta mu mas", Mita melanjutkan ucapannya. Perubahan signifikan dari kejiwaan Mita. Mungkin baru kali ini Dodo maupun Yosa melihat pola pikir Mita yang sedewasa ini. Sejenak pandangan Mata antara Mita dan Yosa bertemu. Ada sesuatu yang tak mampu dijelaskan dengan kata-kata.

"Kenapa kalian tidak mencoba untuk belajar saling mencintai?", Yosa menengahi memberikan masukan.

"Aku ingin fokus disini mas, tanpa terganggu pikiran apapun. Aku ingin menjalani terapi yang ada hingga aku benar-benar pulih", jawab Mita tegas.

"Aku juga demikian.. tak ingin mengganggu Mita. Biarkan Mita berkonsentrasi dulu tanpa terbebani pikiran lain", senada dengan Mita, Dodo pun mengungkapkan hal yang sama.

"Buat mas Yos.. makasih ya sudah memberi warna indah hari-hari selama kerja di Surabaya. Cuma kamu yang peduli sama aku.. terimakasih banyak 🙏", kedua tangan Mita tertelangkup di depan dada yang tak terlihat lagi bentuknya membulat montok seperti dulu. Lagi-lagi tatapan Mita bertemu dengan dua bola mata Yosa yang teduh. Hanya sekilas dan kemudian Mita menundukkan wajahnya mencermati garis silang keramik.

"Sama-sama dek.. yang berlalu biarlah menjadi kenangan. Sekarang waktunya kamu menempa diri untuk berubah menjadi lebih baik. Aku dan Dodo sebagai temanmu akan selalu mendukung", Yosa menjawab diplomatis.

"Ohya monggo disambi (disambil) suguhannya. Maaf ala kadarnya", Mita mempersilahkan..


Semua orang berhak untuk memperbaiki diri. Sekelam apapun masa lalunya, sederas apapun fitnah terhembus kepadanya, bukan berarti ia tak layak untuk menjadi lebih baik. Hidup adalah misteri yang harus dikupas, menemukan esensi yang tersembunyi.


-----





"Bro.. goblik koen iku (bodo kamu itu), sudah aku arahkan agar tetap bisa pacaran sama Mita kok malah kamu menghindar.. deloken talah (lihatlah) arek e wes berubah ngunu (ruh anak sudah berubah). Tambah uayu (cantik) bro kalau pake jilbab gitu", Yosa menegur Dodo tentang pembicaraan dengan Mita. Saat itu mereka berdua sedang dalam perjalanan arah balik ke Surabaya dan mampir di sebuah warung ikan bakar untuk makan siang. Sepiring gurami bakar ukuran besar , sambal, lalapan, sebakul nasi putih yang masih panas dan mengepul asapnya, serta dua gelas jumbo es teh manis menemani istirahat siang mereka.

"Ada yang belum aku ceritakan bro. Minggu depan aku mau melamar Amanda. Mungkin aku akan ke rmh Manda dengan Paklik Rahman (paman Rahman). Cuma beliau satu-satunya keluargaku yang asih tersisa. Koen kalau mau ikut acara lamaran monggo, malah seneng aku ada saudaraku menemani. Jadi klop kan kalau ternyata Mita ngomong seperti tadi, berarti hilang kekhawatiran ku selama ini. Eh iyo.. lha lek jaremu (kalau katamu) cantik.. sikat ae po'o Mita bro., tak dukung. Ketoke kok urusanmu ama Nesa arek Lampung iku ga lancar ngunu", Dodo menanggapi dengan panjang lebar.

Dodo memang sudah yatim piatu. Ibunya nyusul sang bapak tak lama setelah jawara silat tersebut meninggal. Mungkin tekanan batin ditinggal oleh suaminya. Alhasil Dodo tak memiliki orang tua lagi. Ia hanya punya seorang paman, adiknya ibu Dodo yang sekarang bersama istrinya menempati rumah Dodo. Adik Dodo sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di sebuah perumahan di kota Gresik juga.

"Oawalahh sido ambe (jadi sama) Manda. Syukurlah Do. Iya besok aku ikut lamaranmu", sambut Yosa senang.

Yosa kemudian menceritakan perihal Nesa yang sangat ia sayangi. Harapannya masih tertambat pada si jelita dan belum mau pergi. Yosa juga menceritakan rencana keberangkatannya ke Makasar sekitar semingguan lagi, tepat setelah Dodo lamaran sepertinya.

"Wahh kalau Mita.. mbuh lah ( ga tau). Saat ini aku masih fokus ke Nesa", terang Yosa meski tak dapat dipungkiri bahwa ada sebersit kekaguman pada sosok Mita yang telah berubah.

"Yowes Yos, pilih jalan terbaikmu. Aku selalu mendukung", Dodo menepuk pundak sahabatnya, saudaranya, dengan sepenuh hati. Kalau Yosa cewek mungkin sudah dipacari oleh Dodo wkwkwk.

"Eh iya lupa bro. Mengenai rencana bangun rumah di tanah yang dulu itu.. batal aja bro. Tolong kamu jualkan aja tanahnya. Mending aku bangun rumah di belakang rumah ayahku. Pekarangan nya masih luas kok. Kasihan orangtua ku sudah semakin tua ga ada yang menemani. Oya gini Do.. aku sudah memikirkannya semalam.. jadi gini, untuk kantor baru di Makasar nanti.. aku akan plot kamu sebagai designer utama. Jadi semua job akan aku serahkan ke kamu. Ya via online aja. Nah aku sekalian minta tolong bro.. kamu tinggallah di rumahku saja menemani orangtua ku, kan kamu ga ada keluarga juga. Asli aku kepikiran mereka kalau aku tinggal ke Makasar. Jadi selain kita mudah berkomunikasi pekerjaan, mudah juga aku mengontrol kesehatan ayah ibu, sekalian juga kamu bisa mulai gerak membangun rumahku di belakang situ", tutur Yosa.

"Wahh masuk tok broo.. sipp sipp.. setuju ae aku", sambut Dodo riang.

"Eh kapan nikahmu sama Manda?", tanya Yosa penasaran.

"Rencana sih tahun depan, semoga saja ortu Manda setuju dengan usulanku pas pertemuan lamaran nanti", jawab Dodo antusias.

"Yahh semoga aku juga bisa nikah tahun depan sama Nesa. Dongakno (doakan) ya bro", ucap Yosa sedikit getir. Kegetiran membayangkan masa depannya dengan Nesa yang masih abu-abu.



●•●•●•●





_scene 3, Nesaaa











Liku perjalanan sungguh tak dapat ditebak. Sebentar di Lampung, sekejab kemudian Yosa sudah bertempur melawan Sugeng, sekejab lagi bertemu Mita, sekejab kemudian Dodo akan lamaran minggu depan. Tak ada yang tahu misteri apa yang sedang tersembunyi.

Yosa berbaring diatas kasur kamarnya. Kamar yang sejak dulu menyaksikan pertumbuhan seorang Raden Yosanda Dimitri sejak kecil. Kamar yang menjadi saksi bisu saat Yosa mendapatkan mimpi basah untuk pertama kali. Kamar yang menjadi saksi bisu saat Yosa mencoba onani untuk pertama kali. Dan hari ini Yosa kembali tidur didalamnya.

Sejak pagi Yosa dan Dodo sibuk hilir mudik mengangkut semua peralatan mereka dari kosan. Hari itu mereka resmi meninggalkan kosan Bu Ida, tapi sudah dilunasi kok tunggakannya hehe.

Dodo menempati kamar disebelah kamar Dodo. Rumah Yosa cukup besar. Ada lima kamar di rumah itu. Satu kamar ditempati ayah dan ibu Yosa. Satu kamar lagi sebenarnya kosong, tapi dimanfaatkan sang ayah sebagai ruang kerja dan perpustakaan. Dua kamar di lantai atas ditempati Yosa dan Dodo. Tersisa satu kamar lagi di lantai atas yang disediakan bilamana diperlukan jika ada tamu bermalam.

Dodo mungkin sudah terlelap di kamarnya karena letih. Atau mungkin asyik ngobrol on call dengan Manda. Entahlah. Yang jelas Dodo sudah sejam yang lalu masuk ke kamarnya dan ga keluar-keluar lagi.

Kembali pada Yosa yang terbaring. Dengan penuh semangat ia buka whatsapp dan menuju satu nama untuk kemudian ia hubungi menggunakan video call.


Yosa : Malam bidadariku..

Nesa : Malam sayang.. lagi ngapain. Udah selesai tadi pindahannya ?

Y : Udh. Ini tinggal cape nya

N : Mau dipijitin sayang? Hihihi.

Y : Hmmm bikin berkhayal aja deh. Mau bangettt

N : Iya. Doa ya sayang biar kita segera anu

Y : Anu apah?

N : Anumu 😡...Yang nikah maksdnyaaa.. iish

Y : Iya. Eh kabar gembira Nes

N : Apa mas.. aduh penasaran

Y : Aku udah ngbrol ama ayah kan. Trus ayah kasih masukan2 keren banget. Wes intinya aku bakal secepatnya ambil cuti saat udh di Makasar nanti. Cuti, ngurus surat, trus capcusss berangkat sama keluargaku ke Lampung

N : Asyiiiikk.. duuh senengnya aku mas. Makasih ya sayang udh perjuangin aku

Y : Perjuang kan cinta kita

N : iya kita

Y : Jgn lupa cerita ke Romo, biar ikut seneng

N : Pasti itu mah

Y : Ato sini biar aku Video call an ama Romo bentar

N : Gausahhh. Gangguin aja

Y : Kan biar mas nyampein sendiri

N : Gausah. Nes aja yang cerita besok. Emang Romo kangen apa sama kamu? Nes nih yang kangen...

Y : Iyaa iyaa sayang

Y : eh anuku tadi kenapa dah?

N : Yeee.. balik lagi kesitu ish

Y : Emang ga mau apa??

N : Ya maulahhh.. mas sih ga mau pas di hotel. Kan udh janji mau nunjukin aslinya hayoo. Nes itu udh pengen bnget masss

Y : Iiih kok jadi mupeng gt dah skrg.. hayoooh udh berani ngomong ya, ga malu2

N : ish mas nah. Giliran malu2 ga boleh. Sekarang digituin. Yodah lupakan wes.

Y : uuh sayangkuh kok marah siii

N : Bodooo

Y : Senyum dong.. cemberut gitu jelek lho.. tuh lihat di layar

N : maaaless

Y : Trus mas harus gmn nih biar Nes ga marah lagi?

N : Buka

Y : apanya??

N : Semua dong.. mas harus ganti rugi karena bikin Nes ngelamun jorok mulu jadinya akhir2 ini huhh

Y : bareng tapi ya

N : Mas dulu sana

Tak menunggu lama dua sejoli ini sudah polos di depan layar handphone nya masing-masing.

Woooh Yosa si kadal buntung, seneng koen su !!

N : Uuh sayang.. yang gede itu tuh Nes pengennya

Y : Iya sabarr ya. Mas juga pengen memek kamu sayaaang..

N : Aku kulum ya mas kontol nya.. ni lihat Nes ssampe raba raba-raba sendiri susunya. Kesini in tanganmu mas.. remes payudara Nesa.. ehhhmm

Y : Aku kocok penisku Nes bayangin dikulum mulut kamu..ohh

N : Bayangin di jepit memek aku aja sayang... ini mas, memek Nes udah di kobel-kobel jari., uuuhh mass enaknya kontolmuu. Masukin yang dalem mass ahhh. Jariku masuk dalem banget ahhh kayak kontolmu masuk mass hmm ahh

Y : Terus Nes., ngangkang yang lebar. Kontolku ga muat..

N : Maas. Ehhmm becek banget mhhh memek nya akuh ahhh sststt

Y : kocok yang cepet sayang jarinya.. bareng aku juga kocok kontolku cepet jugak hmm

N : uuwhh aauuw.. sayaaang.. geli banget memekku.. ahh masss aaahhh

N : Kalau sudah nikahh colok memekku tiap hari ya mass ahh.. aku suka kontolmu hmmm ahhhj.. aduh enaknya ini memekku mass dikocokin tangan.. oooh ohh

Y : Iya sayangg.. mau sehari dua kali juga siaap jelitaku.. kamu bidadariku sayangg

N : auuuh mas.. Nes mo nyampe inihh.. geli banget ahhh ahh.. stttt

Y : iya lepasin aja sayangg

N : Masss mass ahhha hhhhh ssssssh sayang.. Nesa sampeeeee ahhhhhh hhhhmmm ahhhh

Y : Ahh kamu menggairahkan sekali sayang.. aku ga kuat.. mau mucrat juga.. ahhh

N : semprot in dilayar sayang.. aku mau telan peju mu


Y : Ahhh Nes.... aaaaaah.. Aku Sayang Kamu !!!


●•●•●•●



_scene 4, PENUTUP







Berbicara tentang cinta. Cinta itu universal. Cinta antara Yosa dan Nesa adalah cinta dua manusia yang saling menyayangi. Pun begitu juga dengan Cinta pada Dodo dan Amanda.

Cinta orangtua Yosa kepada anaknya adalah Cinta kasih sayang. Rasa pengertian, mengasihi, menyayangi, melindungi, mengayomi, mengharapkan yang terbaik unruk anaknya. Demikin pula yang terjadi pada orang tua Nesa, tak ubahnya seperti Cinta orang tua Yosa.

Cinta Karjo kepada anaknya, membutakan mata batinnya. Cinta Sugeng pada kakaknya, membunuh logika. Cinta Tyas pada Yosa, memupuk egonya.

Hanya cinta sejati, yang tulus terlantun seiring baik budi. Mengagungkan cinta dengan segala aspek pekerti yang luhur.

Aku cinta Kau & Dia...

Bagi Dodo, artinya adalah Aku Cinta Kau (Amanda) dan Dia (Yosa, sahabatku, saudara terbaikku).



Namun bagi Yosa..

Aku Cinta Kau dan Dia.. siapa dan siapa?

Nesa ?

Mita ?

Tyas ?

Yang lain ?


Siapaaa?


Sepertinya perlu SEQUEL untuk menjelaskannya. 😉





_END_



@D 805 KI


@DontToMilk


@toket lover


@raja gopal



●•●•●•●




TS dan semua Pemeran dalam kisah ini mengucapkan banyak terima kasih atas support, like, cendol, komen, kritik, masukan, revisi, vote, dan semua perhatian dari para pembaca. 🙏🙏🙏 tanpa kalian, apalah arti TS dan karyanya.





Sampai jumpa di karya FigurX berikutnya
.. Sampai jumpa di ACKD 2 👋 (kalau ga males ngetik 😂)






✋ SALAM SEMPRUL 👍
Suwun sg akeh yo Cak @FigurX atas karyane
Dienteni Season 2 ne Cak

Sg luweh seru lan mendebarkan
Pokokmen sampek Yosa sidone rabi piye,karo bar rabi Yosa sek liar ta gak...
Seru nemen kuwi kethok e Cak
:mantap::mantap::mantap:
 

ulrich

Tukang Semprot
Daftar
17 Nov 2013
Post
1.380
Like diterima
143
Lokasi
city of HEROES
Bimabet
Makasih banyak suhu unyu-unyu 🙏 makasih banyaaaaak.

Inilah apa adanya aku dengan segala aku

Langsung PM kan id line hu.. 🙏

Baru login lagi, terkena godaan soalnya. Hahaha.
Mohon dimaafkan. :malu:

Sayangnya pemula yang hina dan unyu-unyu ini tidak memakai aplikasi tersebut, Suhu.
Mohon dimaafkan (lagi). :shakehand

Selamat atas titel TAMAT-nya, Suhu. :shakehand
Ngomong-ngomong, memang dibuat versi 'ekspres'-kah suhu ini cerita?
Maaf ya Suhu, pemula yang hina dan unyu-unyu ini cuma penasaran saja. :o
 
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
We are now part of LS Media Ltd